Belajar Forex Secara Online Untuk Pemula

Tips Memulai Trading Forex Saat Kurs USD Mahal

Tips Memulai Trading Forex Saat Kurs USD Mahal
Tips Memulai Trading Forex Saat Kurs USD Mahal

Tips Memulai Trading Forex Saat Kurs USD Mahal. Berdasarkan berita yang dimuat oleh CNBC Indonesia, kurs rupiah terhadap USD semakin terpuruk dimana Rupiah berangsur-angsur melemah, dan ditransaksikan di level terlemahnya sejak 3 Januari silam. Sekarang, kurs USD/IDR telah bertengger di area 14.000-an. Itu berarti 1 USD seharga sekitar Rp 14.000,00.

Jika saat ini Anda ingin memiliki uang sejumlah – misalnya USD 500, maka Anda setidaknya harus menyediakan sekitar Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah). Anda bisa melakukan hal itu di money changer atau bank, dan saat Anda lakukan transaksi tersebut, sebenarnya Anda sudah melakukan transaksi yang dikenal dengan sebutan forex trading.

Rupiah memang saat ini sedang melemah terhadap USD, seperti halnya hampir semua mata uang lain di dunia ini. Namun kita tidak bisa lantas meniadakan kemungkinan rupiah akan kembali menguat terhadap USD. Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana pemerintah, penguatan rupiah bisa saja kembali terjadi cukup tajam.

Baca juga : 5 Langkah Meraih Kesuksesan dalam Trading Forex

Pelemahan dan Penguatan Rupiah

Kita lihat contoh kejadian pada tahun 2008. Pada pertengahan November 2008 rupiah pernah tertekan hingga kisaran 13.000-an. Namun dalam tujuh pekan selanjutnya, harga rupiah berangsur-angsur pulih hingga kisaran 10.700-an.

Anda bisa melihat bahwa ada penguatan sebesar 2.300 poin sejak mencapai level terlemah 2008 hingga awal tahun 2009. Bayangkan Anda telanjur membeli USD di harga 13.000 sebesar USD 500 seperti contoh di atas. Ketika rupiah menguat ke kisaran 10.700, nilai USD 500 Anda tinggal sebesar Rp 5.350.000,00. Secara nilai, Anda sudah rugi sebesar Rp 1.650.000,00.

Membuka Akun Trading

Setelah Anda memahami hal tersebut, katakanlah saat ini Anda sudah siap untuk terjun ke dunia trading forex. Anda juga telah belajar dan melakukan simulasi trading dengan menggunakan demo account forex. Setelah Anda merasa yakin, kemudian Anda melakukan registrasi di salah satu broker yang menerapkan floating rate untuk kurs USD/IDR (alias sama dengan kurs yang berlaku saat ini). Anda memutuskan untuk memulai dengan modal senilai – misalnya – USD 500. Dengan kurs sekarang (14.000), maka modal sebesar USD 500 itu berarti senilai Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah).

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, “bagaimana jika seandainya rupiah menguat?”

Tentu saja hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika Anda membuka akun dengan menggunakan mata uang USD, bukan rupiah. Artinya, Anda sebelumnya memang sudah memiliki uang dollar (USD) dalam bentuk “fisik” sebesar USD 500 sebelum membuka akun. Tetapi jika Anda sebelumnya tidak pernah memiliki USD dalam bentuk fisik, maka Anda harus menukar rupiah Anda ke USD. Dengan kata lain, membeli USD di harga yang cukup tinggi. Anda harus menyediakan uang sejumlah tujuh juta rupiah.

Di situlah masalahnya.

Katakanlah seandainya USD/IDR jatuh ke 12.000. Ketika itu terjadi, maka nilai USD 500 Anda tidak lagi sebesar tujuh juta rupiah melainkan telah berkurang menjadi 6.000.000 rupiah. Berkurang 1.000.000 rupiah atau sekitar 15%. Tanpa melakukan trading pun, modal Anda telah menyusut sebesar 1 juta rupiah.

Lalu Bagaimana?

Apakah sebaiknya Anda menunggu sampai USD kembali menjadi murah?

Sebenarnya tidak perlu. Solusinya sangat sederhana. Anda tinggal membuka akun trading bersama broker forex yang menetapkan fixed rate. Artinya, kurs yang ditetapkan dipatok di angka tertentu.

Fixed rate yang ditetapkan adalah Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) atau Rp 12.000.000,00 (dua belas ribu rupiah). Kebanyakan trader memilih fixed rate yang disebutkan pertama, yaitu sepuluh ribu rupiah. Jadi, jika Anda ingin membuka akun trading (real account) dengan modal awal misalnya senilai USD 500, maka Anda cukup menyediakan dana sebesar lima juta rupiah saja. Bandingkan dengan jika Anda membuka akun dengan kurs yang berlaku saat ini. Ada selisih dua juta rupiah. Jauh lebih murah.

Baca juga : Rahasia Menekan Biaya Transaksi Forex Trading

Bagaimana Perhitungan Untung/Ruginya?

Dengan menggunakan fixed rate, Anda tak perlu lagi dipusingkan oleh naik-turunnya kurs dollar terhadap rupiah. Pokoknya USD 1 dipatok senilai sepuluh ribu rupiah. Jadi, ketika nanti Anda melakukan withdrawal, pengalinya tetap sepuluh ribu rupiah. Katakanlah Anda berhasil memperoleh keuntungan sebesar USD 100, maka jika Anda cairkan keuntungan itu akan dikalikan dengan sepuluh ribu rupiah, yaitu menjadi satu juta rupiah. Jika Anda tarik semua dana Anda yaitu sebesar USD 500 tadi, maka Anda akan tetap memperoleh senilai lima juta rupiah.

Jadi, mahalnya kurs dollar tidak perlu menjadi penghalang Anda untuk memulai trading forex, karena beberapa broker forex menyediakan fixed rate seperti yang telah dijelaskan. Modal yang Anda butuhkan sekarang bisa jauh lebih murah.

Apakah hanya itu benefit yang akan Anda dapatkan?

Tentu tidak. Anda akan mendapatkan bantuan dalam melakukan analisa dan mencari peluang pasar. Anda juga akan memiliki akses untuk edukasi trading forex yang lebih lengkap.

Sumber : http://www.foreximf.com/tips-trik/tips-memulai-forex-trading-saat-kurs-usd-mahal/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Artikel