Belajar Forex Secara Online Untuk Pemula

Mata Uang Asia Menguat, Won Unggul

Mata Uang Asia Menguat, Won Unggul
Mata Uang Asia Menguat, Won Unggul
Mata Uang Asia Menguat, Won Unggul

Mata uang Asia menguat pada hari Senin, dengan mata uang Korea Selatan yang sensitif terhadap perdagangan unggul di antara mata uang lainnya, sebagai antisipasi dari kesepakatan perdagangan Fase 1 antata Tiongkok-AS pada akhir pekan ini yang meningkatkan sentimen risiko.

Mata uang ini menguat sebesar 0,7% menjadi 1.153,10 per dolar, mencapai level terkuatnya dalam lebih dari enam bulan.

Kesepakatan perdagangan awal, yang akan ditandatangani di Gedung Putih pada hari Rabu, menandai langkah pertamanya untuk mengakhiri perang tarif antara kedua negara ekonomi terbesar dunia yang berlangsung sejak pertengahan 2018.

Baca juga: Asia’s Morning: Hilang Dalam 60 Detik

Yuan Tiongkok menguat ke level tertingginya dalam lima bulan, naik sebesar 0,3% menjadi 6,901 dolar. Yuan telah naik sekitar 2% sejak awal Desember, ketika kesepakatan awal tercapai.

“Sebagai bagian dari kesepakatan, beberapa ukuran apresiasi dalam RMB baik-baik saja,” kata Wisnu Varathan, ekonom senior di Mizuho Bank.

Yuan dianggap sebagai penentu arah di wilayah tersebut dan kenaikannya tercermin oleh mata uang Asia lainnya.

Ringgit Malaysia terapresiasi 0,3%, sementara dolar Singapura dan rupee India juga menguat.

Dolar Taiwan naik hingga 0,4% ke level tertinggi 19-bulan setelah Presiden Tsai Ing-wen memenangkan suara mayoritas dalam pemilihan ulang pada hari Sabtu.

Baca juga: Mata Uang Asia Melemah Setelah Adanya Ketegangan di Timur Tengah

Pasar keuangan Filipina ditutup pada hari Senin setelah gunung berapi di dekat ibukota memuntahkan abu dalam volume yang tinggi. Dalam perdagangan lepas pantai, peso bertambah 0,3% di awal sesi.

Rupiah Indonesia menguat sebanyak 0,6% menjadi 13.670 per dolar, mencapai level terkuatnya sejak Februari 2018, ketika wakil gubernur Bank Indonesia menegaskan kembali bahwa bank sentral tidak akan melakukan intervensi di pasar mata uang selama pergerakan rupiah mencerminkan fundamental ekonomi.

“Dalam lingkungan dengan hasil yang cukup rendah terhadap risiko, rupiah cenderung memiliki kinerja yang sangat baik,” kata Mizuho Varathan.

“BI telah cukup berhati-hati dalam mengelola kebijakan moneter dan itu juga menambah ketertarikan yang kita lihat dalam rupiah.”

Sumber: Nasdaq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Artikel