Belajar Forex Secara Online Untuk Pemula

Yuan Memimpin Reli Mata Uang

Yuan Memimpin Reli Mata Uang
Yuan Memimpin Reli Mata Uang
Yuan Memimpin Reli Mata Uang

Yuan Tiongkok memimpin reli dalam mata uang yang sensitif terhadap perdagangan pada hari Senin dan dolar Australia memulihkan beberapa kerugiannya yang dicapai baru-baru ini karena penandatanganan kesepakatan perdagangan antara AS-Tiongkok akan mendorong sentimen pasar.

Perjanjian Fase 1 antara AS-Tiongkok yang akan ditandatangani di Gedung Putih pada hari Rabu menandai langkah pertama untuk mengakhiri sengketa perdagangan yang sudah berlangsung selama 18 bulan yang merusak kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Perputaran dalam yuan, yang berada di posisi terendahnya dalam beberapa tahun pada bulan September, mencerminkan adanya peningkatan kepercayaan investor bahwa momen terburuk dari perang perdagangan telah berlalu.

Adam Cole, seorang analis di RBC Capital Markets, mengatakan bahwa dengan tidak adanya pengumuman yang signifikan selama akhir pekan “pasar telah bergerak ke arah risiko kecil semalam”.

Baca juga: Yen Naik, Yuan Turun karena Laporan Negosiasi Dagang Mengalami Kebuntuan

Yuan lepas pantai – mata uang yang paling selaras dengan perkembangan kesepakatan Tiongkok-AS- melewati batas senilai 6,9 per dolar untuk mencapai level tertinggi baru dalam 5 setengah bulan pada level 6,8944, 0,3% lebih tinggi terhadap dolar pada hari itu.

Beberapa investor dan analis mengatakan bahwa yuan sedang menikmati pergantian yang tidak biasa.

Dolar Aussie, yang telah terpengaruh oleh kekhawatiran tentang kerusakan ekonomi akibat dari kebakaran hutan yang sedang berlangsung di negara itu, naik sebesar 0,3% hingga mencapai level tertingginya dalam satu minggu di level$ 0,6919. Dolar Selandia Baru juga naik sebesar 0,2% ke level terkuatnya sejak Kamis di $ 6650.

Yen Jepang melemah sebesar 0,1% menjadi 109,65 per dolar, mendekati level terendahnya dalam tujuh bulan, dan merosot 0,6% ke level terendahnya dalam 8 bulan terhadap won Korea yang sensitif terhadap perdagangan. Hari libur di Jepang mengurangi volume perdagangan secara keseluruhan.

Pasar mata uang di tempat lain sepi, dengan sterling satu-satunya penggerak besar. Pound melemah sebesar 0,6% pada awal perdagangan setelah pembuat kebijakan Bank of England lainnya, Gertjan Vlieghe, pada hari Minggu mengatakan bahwa ia akan memilih penurunan suku bunga pada bulan ini kecuali data ekonomi membaik secara signifikan.

Mata uang Inggris jatuh ke level $ 1.2995 terhadap dolar dan ke level85.62 pence terhadap euro.

Baca juga: Kepala Bank Sentral Mengatakan Nilai Yuan ‘Sangat Stabil’

Data pertumbuhan PDB dan hasil produksi industri pada bulan November untuk Inggris dirilis pada 0930 GMT, dan akan diawasi dengan ketat.

Spekulan telah bergerak ke posisi net long untuk sterling, berdasarkan sebuah data, yang sangat kontras dari posisi short besar yang mereka pegang beberapa bulan lalu.

“Kerentanan (pound) akan sepenuhnya terpapar jika data minggu ini melunak,” kata Kit Juckes, seorang analis di Societe Generale.

Euro / dolar terus menginjak $ 1,1125.

Berkurangnya kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah meskipun terdapat ketegangan yang sedang berlangsung yang berpusat pada Iran telah meningkatkan suasana hati investor meskipun tidak berarti banyak bagi arah euro atau dolar.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang, naik sebesar 0,1%.

Dolar Taiwan naik ke level terkuatnya dalam lebih dari 18 bulan setelah dilakukan pemilihan ulang Presiden Tsai Ing-wen pada akhir pekan lalu yang menghapus beberapa ketidakpastian.

Sumber: Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Artikel